Tampilkan postingan dengan label Syair dan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair dan Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2009

Bagaimana Jika

Pagi ini,
aku mencium bau rerumputan basah bekas hujan semalam
Pagi ini berselimut kabut,
sama seperti ketika itu
hanya saja bukan disini
Masih jelas dalam benakku
Dingin menerpa lembut wajah dan menerbangkan jiwa
Ketika itu kau menawarkan jaket
Tahukah
Lantas semua menjadi begitu hangat
Mungkin karena bonus senyummu

Pagi ini
Semua kembali berkelebat
Tak kupakai jaketmu
Sudah kau renggut paksa
Aku begitu dingin..
Bau rumput ini,
Kabut ini...



Pagi ini,
aku mencium bau rerumputan basah bekas hujan semalam
Pagi ini berselimut kabut,
sama seperti ketika itu
Aku masih selalu mendengarmu mengatakan
Tidak bukan kau yang merenggut jaketku
Tapi aku yang perlahan melepasnya
Ah aku tertawa
begitu bodohnya aku
atau aku memang bodoh
Saat ini begitu dingin
Aku mulai terbiasa

Pagi ini,
aku mencium bau rerumputan basah bekas hujan semalam
Pagi ini berselimut kabut,
sama seperti ketika itu
Kamu di sana hanya tersenyum
Dan mengatakan
Jaket ini masih milikmu
Ambillah kapanpun kau mau

Pagi ini,
aku mencium bau rerumputan basah bekas hujan semalam
Pagi ini berselimut kabut,
sama seperti ketika itu
Dan aku tetap tertawa
Aku sudah terbiasa
Bau rumput ini
Kabut ini..

Pagi ini,
Kau masih saja tersenyum

Jumat, 29 Mei 2009

Ada untuk berada dalam tiada

.........................
...................
...............
...........
.......
....
..
.

Senin, 23 Maret 2009

Dunno where and when

Aku pikir ini bukan rasa yang sengaja datangnya. Dia yang absolut dan misterius membuatku rapuh dan kecil.

Tiba-tiba aku takut, tapi kesadaran menyuruhku untuk menghilangkan rasa takutku. Aku tetap mengatakan bahwa aku takut.! seketika kesadaran menantangku,” untuk apa kamu takut..!”
aku tak mau berdebat. “aku tak mau berdebat, jawabku, aku takut..!!”

KeSaDaRaN : ”aku tidak akan mendebatmu dan mengapa aku harus mendebatmu?,aku hanya bertanya apa yang membuatmu takut.?”

aku terdiam beberapa saat,.. dalam pikiranku berkecamuk segala rupa warna.

AkU : ”aku ingin pergi dari sini..?”
KsD : ”untuk apa kamu pergi?”
AkU : ”aku tidak ingin takut,.!”
KsD : ”apakah aku membuatmu takut?”
AkU : ”mengapa kamu tidak mau diam?”
KsD : ”aku hanya akan diam bila kamu menjawab apa yang aku tanyakan kepadamu..”
AkU : ”apa?”
KsD : ”apa yang membuatmu takut?..”

aku menghela nafas, terdiam beberapa saat,.

AkU :” bagaimana kalau aku tetap tidak mau menjawabmu..?,.”
KsD : ”aku akan terus mengikutimu dengan pertanyaan yang sama,..”
AkU : ”mengapa kamu menanyakan hal yang sudah kamu ketahui jawabannya?”
KsD : ”aku hanya ingin mendengarnya dari mulutmu itu saja..”
AkU : ”wahai kesadaran kamu benar-benar keras kepala, jangan membebani pikiran dan impianku dengan tuntutan konyolmu itu?”
KsD : ”tuntutan,? aku tidak sedang menuntut, aku hanya ingin mendengar alasan keluar dari mulutmu,..”

aku kembali terdiam,..waktu terus berlalu dan dia tetap menatapku dengan senyumnya yang membuatku gerah,..

AkU : ”aku hanyalah manusia dan itulah yang membuatku takut..”
KsD : ”bukan itu wahai manusia.”
AkU : ”ah kamu membuatku pusing, aku tidak ingin berbicara denganmu, tidakkah kau merasa kasihan terhadapku? ”
KsD : ”Sungguh pemberontak kecil..”

Aku terdiam dan warna warna dikepalaku tiba-tiba berbaur dan menyatu..”untuk apa takut terhadap dia yang darinya dapat aku hilangkan segala rupa rasa termasuk takut..?..!!”
Ah kesadaran tertawa bijak dihadapanku..

KsD : ”wahai kamu,..sudahkah kau mendapatkan jawaban itu?”
AkU : ”rupanya aku takut karena takut.,.hahaha untuk apa aku takut..? tidak ada yang harus aku takutkan..aku hanya perlu persiapan..”
KsD : ”persiapan? persiapan apa?”
AkU : ”Owh jangan kau tanyakan lagi hal-hal yang sudah kau ketahui jawabanya...”
KsD : ”Hahaha..baiklah..untuk saat ini cukup,..tapi besok akan kutanyakan lg kepadamu..”
AkU : (annoyed)

Sabtu, 10 Januari 2009

Light L.U.V.E

Ada yang bertanya cinta kepada dia yang tak kenal Cinta,
apa yang didapatinya?
Suatu ketiadaan yang tak berarti,
Si pencari cinta tak juga mampu menemukan Cinta.
cinta Cinta bagaimana aku menggapainya?
Sementara si pencari cinta trus berlari menyusuri layang cinta.
Lelah pecinta bersembunyi di balik kekosongan jiwanya,…
menutup diri dari segala kemungkinan ,.
menghabiskan waktu dalam angan,
menyerah pada masa lalu
dan menghabiskan hidup dalam kehampaan…



Ah pecinta,..
tak juga kau rasakan cinta..
Bolehkah Cinta menyebutmu sebagai
Pengecut yang bersembunyi dibalik selubung cinta???…
Waktu terus berlalu
pencari cinta mulai menyisiri peluh lain kesadaran..
Meruntuhkan puing-puing kedirian..
Didapatinya cinta dari banyak pecinta.
Inikah cinta?
Mengapa hati pecinta tak kunjung terpuaskan???
Cinta cinta sang pecinta
Sementara pecinta terus mencari cinta…
Dalam kemudi asa yang penghabisan,
pecinta tertatih menuju barat daya
Dicarinya cinta menuju jantung dunia…
Akhir
Asa…
Awal
Rasa…
cinta Pecinta,
Cinta..
Ah Begitu sejuknya selubung cinta..
Cinta kembangkan sayap cinta untuk sang pecinta
Diantara ribuan pencari cinta.
Calla Dalam Gelap Kaki merapi,
03.01.09..