Kode etik psikologi adalah suatu rumusan norma, nilai-nilai dan aturan yang berlaku untuk ilmuan Psikologi dan Psikolog yang harus dijalankan dan ditaati dengan sebaik-baiknya. Tujuan dari pemberian mata kuliah kode etik adalah supaya mahasiswa memahami bidang garapan profesi psikologi dan kompetensinya, memahami kode etik psikologi dan landasan filosofisnya, memahami kode etik penulisan ilmiah , serta memiliki wawasan pengembangan kode etik psikologi.
Kuliah kode etik menerangkan mengenai sosok ideal seorang psikolog yaitu harus berkompeten, profesional, dan etis, artinya tidak menyimpang dari etika-moral yang bersumber pada agama, budaya, nasionalisme dan mengikuti kode etik profesi. Selain itu, Psikolog juga harus memiliki budi pekerti yang baik. Budi pekerti adalah kuat lemahnya landasan moral dalam berperilaku, biasanya dikaitkan dengan perilaku sehari-hari. Budi pekerti dimulai dengan pembedaan hal yang baik dan kurang baik yang kemudian akan menjadi suatu kebiasaan.
Budi pekerti memiliki hubungan kuat dengan perilaku etis dalam profesi, hal ini akan nampak ketika psikolog dihadapkan pada pengambilan keputusan dalam kondisi kritis. Dari sinilah akan diuji seberapa jauh moral lebih berperan. Keputusan professional memang sudah diatur oleh kode etik profesi, namun kasus dilapangan tidak sesederhana kode etik. Keputusan moral banyak memerlukan pertimbangan walaupun sudah ada acuan yaitu kode etik profesi
KONSEP DAN DEFINISI KODE ETIK PSIKOLOGI
American Psychological Association (APA) mendefinisikan kode etik sebagai peraturan-peraturan bertindak yang khusus dan mengikat serta harus ditaati oleh Psikolog. Di Indonesia kode etik psikologi didefinisikan sebagai nilai-nilai untuk ditaati dan dijalankan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kegiatan selaku ilmuwan Psikologi dan Psikolog dengan penuh tanggung jawab.
Landasan filosofis kode etik psikologi (APA) adalah keadilan, hak asasi perorangan, bersikap baik sesuai etika. Begitupun Indonesia telah merumuskan landasan filosofis kode etik psikologi adalah menghormati harkat dan martabat manusia, menjunjung tinggi terpeliharanya hak-hak asasi manusia dan meningkatkan pengetahuan tentang manusia serta memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan bagi kesejahteraan manusia.Kode etik memiliki karakteristik dapat berubah dan selalu berkembang. Organisasi psikologi dapat memberikan sanksi pelanggaran berlandaskan kode etik psikologi.
Kuliah kode etik menjelaskan mengenai bidang garapan dan lingkungan kerja profesi psikologi. Mula-mula bidang kerja psikologi adalah bidang klinis dimana klien yang ditangani adalah Orang yang mengalami hambatan, gangguan, kelainan dan penyakit psikologi dengan lingkungan kerja seputar Rumah Sakit Jiwa, Rumah Sakit, Puskesmas, Crisis Center. Seiring perjalanan lingkungan kerja psikologi semakin meluas di bidang pendidikan, organisasi dan industry.
Psikolog bidang pendidikan menangani klien individu atau kelompok yang belajar, yang mengalami kesulitan belajar, mengidentifikasi potensi dan pengembangannya, membuat strategi belajar, dan melakukan pendidikan khusus dengan bidang garapan kurikulum, evaluasi belajar, program akselerasi, PAUD, dsb. Lingkungan kerja bidang pendidikan adalah di sekolah dan pusat pendidikan lainnya.
Psikolog bidang Industri dan Organisasi berkecimpung menangani SDM, Budaya perusahaan, sistem jenjang karir, promosi, persyaratan kerja. Selain itu profesi psikologi menangani individu dan kelompok yang bekerja yang mengalami stres kerja, membangkitkan semangat kerja, mewujudkan kepuasan kerja, dan membantu karyawan untuk menyesuaian diri di lingkungan kerja.
Psikolog bidang social, menangani klien Individu dan kelompok dalam kehidupan sosialnya seperti menangani korban bencana/ketidakadilan, pemberdayaan perempuan, anak jalanan, dsb.
RUMUSAN KERJA PROFESI PSIKOLOGI
KJI (klasifikasi Jabatan Indonesia) memberi rumusan ahli psikologi sbb :
1.Mempelajari tingkah laku dan proses mental manusia
2.Menyelenggarakan penelitian serta menyarankan cara penanggulangan masalah psikologis dalam bidang-bidang ilmu Kedokteran, Pendidikan dan Industri
3.Merencanakan dan menyelenggarakan eksperimen dan observasi terhadap manusia dan hewan untuk mengukur karakteristik mental dan fisik
4.Menganalisa efek keturunan, lingkungan dan faktor-faktor lain pada pikiran dan tingkah laku perorangan
5.Melakukan diagnosa, usaha penyembuhan dan tindakan pencegahan kekacauan emosional dan pribadi serta masalah ketidak mampuan penyesuaian diri pada lingkungan masyarakat dan pekerjaan
6.Mengembangkan dan mengatur tes untuk mengukur intelegensi, kemampuan, bakat, minat dan karakteristik manusia, Membuat interpretasi data yang diperoleh dan menyampaikan rekomendasi yang sesuai
Dapat menkhususkan diri dalam psikologi terapan, seperti : Diagnosa dan usaha penyembuhan keabnormalan mental
Masalah psikologis yang timbul selama pengembangan pendidikan dan sosial anak-anak
Masalah-masalah psikologis industri seperti masalah-masalah yang berkaitan dengan seleksi personil, latihan dan bimbingan jabatan
KOMPETENSI PROFESI PSIKOLOGI
Kuliah kode etik juga menjelaskan mengenai kompetensi profesi psikologi. Kompetensi adalah integrasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang psikolog yaitu, mampu menjalin relasi, melakukan asesmen dan intervensi, melakukan penelitian, evaluasi, konsultasi dan pendidikan serta manajemen dan supervisi .
Selain itu psikolog juga harus memiliki pengetahuan dasar dan pendukung profesi psikologi
A.Pengetahuan inti, meliputi dasar-dasar biologis, kognitif-afektif dan sosial dari perilaku, perbedaan individual, statistik dan psikometri, sejarah dan system
B.Pengetahuan pendukung praktek yaitu:
1.Pedoman praktek psikologi
2.Organisasi profesi
3.Perkembangan profesi
4.Hukum yang relevan dengan praktek profesi
5.Manajemen dan ketrampilan bisnis
6.Pengambilan keputusan
7.Proses politis dan pembuatan peraturan
Dalam pelaksanaan praktek psikologi harus memenuhi Seperangkat standar mengenai pedoman praktek psikologi yaitu :
1.Jaminan terhadap kompetensi praktek psikologi
2.Tanggung jawab psikolog terhadap profesinya
3.Kebenaran penggunaan alat-alat asesmen
Pedoman psikologi bertujuan untuk menetapkan (secara tertulis) seperangkat standar yang seragam mengenai praktik psikologi untuk memberi jaminan kepada pengguna, sponsor, pembeli dan pemberi sangsi pelayanan psikologis.
Adapun penunjang praktek psikologi adalah
1.Organisasi Profesi dimana organisasi ini bertugas untuk mengembangkan praktek profesi, antara lain Kode etik, hingga dapat mencapai tujuan bersama, selain itu untuk bersama-sama memperjuangkan pengakuan terhadap kompetensi psikolog.
2.Perkembangan Profesi dengan diadakannya program pelatihan ketrampilan (baru), memperluas perkembangan bidang garapan dan membentuk kelompok profesi psikologi yang lebih khsusus.
3.Hukum yang akan memberikan sangsi pelanggaran praktek profesi, pemanfaatan peraturan, mengurus hak-hak klaim selama pelayanan psikologis, dan juga berkaitan dengan hukum kesehatan mental.
4.Manajerial Bisnis, mengelola sejumlah kegiatan aktivitas & alokasi waktu, strategi pemasaran jasa profesi psikologi.
5.“Values” dan “Interests” dalam pengambilan keputusan, demi kesejahteraan klien, kepentingan masyarakat, golongan, pribadi
6.Proses Politis dan Regulatif, pembuatan kebijakan kemasyarakatan, pembuatan kebijakan kenegaraan, pembuatan peraturan
..in the name of Allah, inilah tarian cinta ku sebagai pembelajaran hidup menuju-Nya...
Minggu, 17 April 2011
Culture Change at Scandinavian Airlines System (SAS)
Scandinavian Airlines System (SAS) adalah maskapai penerbangan negara-negara Nordic. Sistem Operasinya meliputi Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Berpusat di Bandara Internasional Kopenhagen, Bandara Gardemoen Oslo, dan Bandara Internasional Arlanda. SAS didirikan pada Agustus tahun 1946 sebagai sebuah konsorsium perusahaan penerbangan nasional dari Denmark, Norwegia dan Swedia. Selama bertahun-tahun, SAS telah memantapkan dirinya sebagai perintis penerbangan inovatif. Pada tahun 1960, menjadi maskapai pertama di dunia yang terbang di atas Kutub Utara dan pada tahun 1962 mendapat Penghargaan Nobel komunikasi - dalam pengakuan transpolar penerbangan perintis.
Pada tahun 1952, SAS merupakan maskapai pertama di dunia untuk memperkenalkan Wisata berkelas, dengan diskon harga tiket pada kondisi tertentu. Kemudian diikuti oleh industry penerbangan di seluruh dunia. SAS memiliki slogan “Service and Simplicity/ Pelayanan dan Kesederhanaan”. "Kami berjanji untuk meminimalkan waktu Anda selama perjalanan dan kami berjanji untuk memaksimalkan nilai Anda dari waktu yang dihabiskan bersama kami. Hal tersebut merupakan penawaran dari Service and Simplicity SAS. " Konsep baru SAS dengan perluasan pelanggan.
SAS berada di garis depan industri dalam kaitannya dengan masalah lingkungan dengan tujuan
•Dilihat sebagai jasa penerbangan yang paling sadar lingkungan di Eropa
•Memiliki 20% lebih rendah emisi pada tahun 2020 termasuk perkembangan lalu lintas
•Memiliki industri yang paling efisien
Tujuan jangka panjang lingkungan kerja 'SAS adalah memiliki emisi nol paling lambat tahun 2050. Dengan 25,4 juta penumpang per tahun SAS merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa. Setiap hari, SAS mengoperasikan lebih dari 822 penerbangan. SAS didirikan di atas semangat kerjasama internasional. Semangat yang sama diterapkan kembali pada Mei 1997 ketika SAS mendirikan Star Alliance bersama dengan Air Canada, Lufthansa, United Airlines dan Thai Airways International,yang menawarkan koneksi nyaman dengan sistem lalu lintas global yang terintegrasi.
MOMENT OF TRUTH
Jan Carlzon menjadi CEO dari Scandinavian Airline System (SAS) pada saat perusahaan ini sudah hampir bangkrut pada dekade 80-an. SAS telah mengalami kerugian sebesar 20 milyar dolar setiap tahunnya. Tidak seperti yang diperkirakan oleh banyak orang, SAS dalam waktu singkat bangkit menjadi salah satu perusahaan yang menguntungkan. Bahkan sampai Hari ini, SAS merupakan salah satu maskapai penerbangan yang disegani dalam industri penerbangan dunia.
Nama Carlzon, dalam dunia pemasaran masih sangat tekenal Hari ini. Salah satu istilah yang diciptakannya adalah "Moments of Truth". Carlzon yakin bahwa pertemuan antara penyedia service dengan para pelanggan yang menerima service adalah suatu kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan dari perusahaan yang bersangkutan. Inilah yang dimaksud Carlzon dengan Moments of Truth.
Carlzon percaya bahwa perusahaan penerbangan mempunyai ribuan Moments of Truth yang dapat diciptakan setiap harinya. Pada saat pelanggan membeli tiket, pada saat pelanggan memasuki bandara, pada saat menunggu di ruang tunggu sebelum boarding Dan pada saat berada dalam pesawat adalah keseluruhan Moments of Truth yang dapat memberikan impresi kepada pelanggan tentang kualitas pelayanan dari suatu airline.
Inilah salah satu sifat jasa lain yang dikenal dengan 'inseparability" . Jasa diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Bagi para praktisi pemasaran, sifat jasa yang seperti ini dapat menjadi suatu kendala dan sekaligus kesempatan.
Menjadi suatu kendala oleh karena kualitas jasa akan sulit konsisten. Kualitas jasa menjadi sangat tergantung kepada faktor manusia yang seringkali sulit memberikan service yang standar. Menjadi suatu kesempatan, oleh karena pelanggan harus terlibat di dalam proses transaksi. Untuk membeli jasa, pelanggan harus melakukan kontak dengan perusahaan yang menyediakan jasa. Di Mata Carlzon ini merupakan kesempatan untuk menciptakan Moments of Truth.
Dengan memperbanyak kontak dengan pelanggan, perusahaan jasa akan lebih mempunyai peluang untuk membentuk image yang baik terhadap jasa yang ditawarkan. Ini yang pernah dilakukan oleh British Airways. Perusahaan ini pernah memerintahkan para pramugari yang melayani dalam pesawat untuk lebih memberbanyak kontak. Salah satu caranya adalah dengan memperkecil porsi makanan tetapi menambah jumlah frekwensi makanan yang disediakan. Dengan demikian, kontak-kontak yang terjadi antara penumpang dengan pramugari diperbanyak dan hal ini tak lain bertujuan untuk meningkatkan kepuasan para penumpang.
Sebuah hotel selayaknya perlu mengidentifikasi kontak-kontak yang terjadi antara tamu dengan para staf hotel. Saat tamu memasuki hotel, saat mereka berada di hadapan resepsionis, saat memasuki kamar dan lain-lain adalah contoh kontak-kontak yang terjadi. Hotel yang baik, akan selalu berusaha untuk mengoptimalkan jumlah kontak.
Selain itu, tentunya bukan hanya jumlah kontak tetapi juga kualitas dari kontak tersebut. Ini akhirnya tergantung dari attitude dan kemampuan para staf. Mereka juga perlu diingatkan terus menerus bahwa pada saat kontak dengan pelanggan terjadi, itu merupakan suatu kesempatan yang baik untuk membentuk persepsi terhadap kualitas pelayanan. Tak salah bila Carlzon menamainya sebagai "Moments of Truth".
RAHASIA KEUNGGULAN ORGANISASI CURLZON
Pertemuan 15 detik pertama antara seorang penumpang dan orang-orang garis depan, dari tiket,agen pramugari, menentukan kesan keseluruh perusahaan di benak konsumen. Inilah yang Carlzon sebut sebagai "momen kebenaran."
-"Setiap orang perlu mengetahui dan merasa bahwa dia dibutuhkan."
-"Semua orang ingin diperlakukan sebagai individu."
-“Memberikan kebebasan seseorang untuk mengambil tanggung jawab”
- "Seorang individu tanpa informasi tidak dapat mengambil tanggung jawab, dan individu yang telah mendapat informasi tidak bisa tidak bertanggung jawab. "
Jan Carlzon melakukan pemberdayaan karyawan dengan ‘membebaskan karyawan dari pengawasan yang ketat, dan memberikan kebebasan untuk bertanggung jawab atas gagasan, keputusan, dan tindakannya’. Pandangan ini berguna untuk melihat pemberdayaan sebagai kegiatan di sepanjang spektrum seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 diatas dengan penjelasan sbb:
Level 1 – Karyawan didorong untuk berani mengambil keputusan dan terlibat dalam prakarsa perbaikan. Meskipun demikian, manajer tetap melakukan pengawasan secara keseluruhan.
Level 2 – Tim dan individu memiliki lebih banyak peran dan melakukan pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka. Namun, keputusan strategis tetap dibuat oleh manajemen.
Level 3 – Tim sepenuhnya dikelola secara mandiri dan membuat seluruh keputusan mengenai cara melaksanakan tugas, struktur, dan tanggung jawab.
Berikut Hasil wawancara “rahasia sukses Carlzon”
" What Business Leaders Can Learn From "Moments of Truth": An Interview With Former SAS CEO Jan Carlzon, so please check this out,--> http://www.customerthink.com/interview/jan_carlzon_moments_of_truth
Pada tahun 1952, SAS merupakan maskapai pertama di dunia untuk memperkenalkan Wisata berkelas, dengan diskon harga tiket pada kondisi tertentu. Kemudian diikuti oleh industry penerbangan di seluruh dunia. SAS memiliki slogan “Service and Simplicity/ Pelayanan dan Kesederhanaan”. "Kami berjanji untuk meminimalkan waktu Anda selama perjalanan dan kami berjanji untuk memaksimalkan nilai Anda dari waktu yang dihabiskan bersama kami. Hal tersebut merupakan penawaran dari Service and Simplicity SAS. " Konsep baru SAS dengan perluasan pelanggan.
SAS berada di garis depan industri dalam kaitannya dengan masalah lingkungan dengan tujuan
•Dilihat sebagai jasa penerbangan yang paling sadar lingkungan di Eropa
•Memiliki 20% lebih rendah emisi pada tahun 2020 termasuk perkembangan lalu lintas
•Memiliki industri yang paling efisien
Tujuan jangka panjang lingkungan kerja 'SAS adalah memiliki emisi nol paling lambat tahun 2050. Dengan 25,4 juta penumpang per tahun SAS merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa. Setiap hari, SAS mengoperasikan lebih dari 822 penerbangan. SAS didirikan di atas semangat kerjasama internasional. Semangat yang sama diterapkan kembali pada Mei 1997 ketika SAS mendirikan Star Alliance bersama dengan Air Canada, Lufthansa, United Airlines dan Thai Airways International,yang menawarkan koneksi nyaman dengan sistem lalu lintas global yang terintegrasi.
MOMENT OF TRUTH
Jan Carlzon menjadi CEO dari Scandinavian Airline System (SAS) pada saat perusahaan ini sudah hampir bangkrut pada dekade 80-an. SAS telah mengalami kerugian sebesar 20 milyar dolar setiap tahunnya. Tidak seperti yang diperkirakan oleh banyak orang, SAS dalam waktu singkat bangkit menjadi salah satu perusahaan yang menguntungkan. Bahkan sampai Hari ini, SAS merupakan salah satu maskapai penerbangan yang disegani dalam industri penerbangan dunia.
Nama Carlzon, dalam dunia pemasaran masih sangat tekenal Hari ini. Salah satu istilah yang diciptakannya adalah "Moments of Truth". Carlzon yakin bahwa pertemuan antara penyedia service dengan para pelanggan yang menerima service adalah suatu kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan dari perusahaan yang bersangkutan. Inilah yang dimaksud Carlzon dengan Moments of Truth.
Carlzon percaya bahwa perusahaan penerbangan mempunyai ribuan Moments of Truth yang dapat diciptakan setiap harinya. Pada saat pelanggan membeli tiket, pada saat pelanggan memasuki bandara, pada saat menunggu di ruang tunggu sebelum boarding Dan pada saat berada dalam pesawat adalah keseluruhan Moments of Truth yang dapat memberikan impresi kepada pelanggan tentang kualitas pelayanan dari suatu airline.
Inilah salah satu sifat jasa lain yang dikenal dengan 'inseparability" . Jasa diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Bagi para praktisi pemasaran, sifat jasa yang seperti ini dapat menjadi suatu kendala dan sekaligus kesempatan.
Menjadi suatu kendala oleh karena kualitas jasa akan sulit konsisten. Kualitas jasa menjadi sangat tergantung kepada faktor manusia yang seringkali sulit memberikan service yang standar. Menjadi suatu kesempatan, oleh karena pelanggan harus terlibat di dalam proses transaksi. Untuk membeli jasa, pelanggan harus melakukan kontak dengan perusahaan yang menyediakan jasa. Di Mata Carlzon ini merupakan kesempatan untuk menciptakan Moments of Truth.
Dengan memperbanyak kontak dengan pelanggan, perusahaan jasa akan lebih mempunyai peluang untuk membentuk image yang baik terhadap jasa yang ditawarkan. Ini yang pernah dilakukan oleh British Airways. Perusahaan ini pernah memerintahkan para pramugari yang melayani dalam pesawat untuk lebih memberbanyak kontak. Salah satu caranya adalah dengan memperkecil porsi makanan tetapi menambah jumlah frekwensi makanan yang disediakan. Dengan demikian, kontak-kontak yang terjadi antara penumpang dengan pramugari diperbanyak dan hal ini tak lain bertujuan untuk meningkatkan kepuasan para penumpang.
Sebuah hotel selayaknya perlu mengidentifikasi kontak-kontak yang terjadi antara tamu dengan para staf hotel. Saat tamu memasuki hotel, saat mereka berada di hadapan resepsionis, saat memasuki kamar dan lain-lain adalah contoh kontak-kontak yang terjadi. Hotel yang baik, akan selalu berusaha untuk mengoptimalkan jumlah kontak.
Selain itu, tentunya bukan hanya jumlah kontak tetapi juga kualitas dari kontak tersebut. Ini akhirnya tergantung dari attitude dan kemampuan para staf. Mereka juga perlu diingatkan terus menerus bahwa pada saat kontak dengan pelanggan terjadi, itu merupakan suatu kesempatan yang baik untuk membentuk persepsi terhadap kualitas pelayanan. Tak salah bila Carlzon menamainya sebagai "Moments of Truth".
RAHASIA KEUNGGULAN ORGANISASI CURLZON
Pertemuan 15 detik pertama antara seorang penumpang dan orang-orang garis depan, dari tiket,agen pramugari, menentukan kesan keseluruh perusahaan di benak konsumen. Inilah yang Carlzon sebut sebagai "momen kebenaran."
-"Setiap orang perlu mengetahui dan merasa bahwa dia dibutuhkan."
-"Semua orang ingin diperlakukan sebagai individu."
-“Memberikan kebebasan seseorang untuk mengambil tanggung jawab”
- "Seorang individu tanpa informasi tidak dapat mengambil tanggung jawab, dan individu yang telah mendapat informasi tidak bisa tidak bertanggung jawab. "
Jan Carlzon melakukan pemberdayaan karyawan dengan ‘membebaskan karyawan dari pengawasan yang ketat, dan memberikan kebebasan untuk bertanggung jawab atas gagasan, keputusan, dan tindakannya’. Pandangan ini berguna untuk melihat pemberdayaan sebagai kegiatan di sepanjang spektrum seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 diatas dengan penjelasan sbb:
Level 1 – Karyawan didorong untuk berani mengambil keputusan dan terlibat dalam prakarsa perbaikan. Meskipun demikian, manajer tetap melakukan pengawasan secara keseluruhan.
Level 2 – Tim dan individu memiliki lebih banyak peran dan melakukan pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka. Namun, keputusan strategis tetap dibuat oleh manajemen.
Level 3 – Tim sepenuhnya dikelola secara mandiri dan membuat seluruh keputusan mengenai cara melaksanakan tugas, struktur, dan tanggung jawab.
Berikut Hasil wawancara “rahasia sukses Carlzon”
" What Business Leaders Can Learn From "Moments of Truth": An Interview With Former SAS CEO Jan Carlzon, so please check this out,--> http://www.customerthink.com/interview/jan_carlzon_moments_of_truth
Langganan:
Postingan (Atom)