Jumat, 06 April 2012

APRIL MOP!!

Alhamdulillah, kelima laporan magang uda selese aku print hari ini, owaw.. kemungkinan bakal bikin mual mister and misis dosen pengujiku besok, HAP!!! dan tiba2 mereka hilang ingatan, kyaaa, dan ngelulusin aku gitu aja..muahahahaha..

Well dan tetaplah aku pada pilihan untuk tetep bertahan sama idealisme awalku, terserah de ya besok disuruh apus atau engga yang penting adalah aku puas dengan apa yang uda aku lakuin dan yang paling utama ga ada rasa gimana gitu di hati, which means i'm folowing my heart:D

pagi ini aku mu ucapin terimakasih banyak buat diriku sendiri yang uda bisa bertahan begadang tiap malem sampe waktu jumpalitan demi terselesaikannya 5 laporan itu..muahahahha..:)) dan tentu aja kalo ga ada mamiku, ga mungkin ak bisa kelar hari ini..!! :)) yah sejujurnya aku ga tahan juga sama jurus maut mami *pengen di kiss emang mamiku..:)) dan senjata rahasianya adalah tema dimana selalu gue jadi percontohan ade2 gue, dan tiap kali gue nasehatin ade2 gue selalu aja mereka bilang emang aku uda ngelakuin yg aku nasehatin itu? *sigh alhasil lah mau ga mau gue harus jadi percontohan baik,..*ehh..wkkkkk..*ngecap!!

about family, secha akhirnya lulus pendadaran s1!! ya ampyuunn gue masi ga percaya, dan kelulusannya ini adalah awal mula roman SMP nya yang istilahnya mami sempet ilang ditelan senyuman yang tertahan, *ohh hastagah..*tapi masi aja endingnya gampang ditebak..:)) dan hasan ampyunn gue bangga banget sama ade gue yang ganteng itu, yah meskipun ketika dia pamer web magang yang kelar dalam waktu ga ada sebulan *red jau lebih cepet(magang 1 semester)gue seolah terheran herann di depan lepi dia bak liat pangeran yang ngasi gue bunga mawar putih seumbruk, padahal sebenernya gue ga paham, enakan jg coklat!! *ehh ga tau de nyambungnya dimana..muahahahha..yah yang aku tau si, dia ga kalah jumpalitan juga ngerjainnya..tapi ya kalo uda passion dimana mana enak aja gitu liatnya, dan enak juga merjuanginnya..:) *halah curcol, dan u know what mereka selalu bangga kalo bisa lulus lebih cpt dari akyuu..*terang gue tos sama mami di belakang layar..:))ahahahaha, Ngecapp lagi!! :D about papi mamiku..ah mereka duniaku..:)*desahan bahagia dan syukur tiada tara dilahirin sebagai anak mereka..:)

dan tentang kisah cinta,.masih aja aku yang jadi the second person yang inget tanggal 4..ahahahaha..piss beibihhhhh..*aku aga lemah ditangal pertanggalan..wkkkk:))

well tomorow paman musisi bakal nginep di kamar secha which mean i'm not free jumpalitan aymore dengan penampilan suka2..:)) yang lain si tetep suka2..ahahahha..:))

I love april!! :) kenalin.*gue* wkkk..dan waktunya listening my beibihh song *reamon with his *tonight*, :*
dan kegajeanku kuakhiri sekarang juga..smile..:)

Training Need Analysis (TNA) Goldstein

Okay dan akupun update TNA terbaru lagi, karena TNA yang aku update kemarin sudah aku hapus dengan sayangnya dari laporanku setelah dapet peringatan dari dosen paling humanis untuk pake teory yang agak keren dikit, dan dikasihlah aku buku Goldstein. Tiba-tiba langsung kenyang pada pandangan pertama. wkkkkk...but don't judge a book by its cover is 100% appropriate!! *emang bikin kenyang si sebenernya..:)) so this is it, aku kasi free appetizernya buat PIOS..:))

Goldstein (1994), menyatakan tahapan dan implementasi program pelatihan, terdiri dari tahapan penilaian (training need assessment), tahap pelatihan dan pengembangan serta tahap evaluasi. Menurut Goldstein (1994) TNA merupakan tahapan paling penting dalam pelatihan. Hasil dari proses ini kemudian dijadikan dasar untuk menyusun tujuan, kriteria, dan desain pelatihan. Menurut Goldstein (1994), terdapat 3 (tiga) tingkatan atau level analisis dalam menentukan kebutuhan pelatihan yang harus dipenuhi, yaitu:

1.Organizational analysis (analisis organisasi)
Menganalisis tujuan organisasi, sumber daya yang ada, dan lingkungan organisasi yang sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan survei sikap pegawai terhadap kepuasan kerja, persepsi pegawai, dan sikap pegawai dalam administrasi. Di samping itu, analisis organisasi dapat menggunakan turn over, absensi, kartu pelatihan, daftar kemajuan pegawai, dan data perencanaan pegawai. Dengan melakukan analisis organisasi maka dapat diketahui masalah-masalah yang dihadapi organisasi dan bagian-bagian dalam organisasi yang relevan untuk menjadi materi pelatihan.

2.Job or Task Analysis (analisis pekerjaan atau tugas)
Analisis pekerjaan dan tugas merupakan dasar untuk mengembangkan program job-training yang dimaksudkan untuk membantu pegawai meningkatkan pengetahuan, skill, dan sikap terhadap suatu pekerjaan. Pendekatan khusus ini memanfaatkan hasil dari kegiatan analisis jabatan yang harus dilakukan secara khusus. Kegiatan analisis jabatan akan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan harus berhasil mengidentifikasi ”dimensi dan level kompetensi” yang harus dimiliki oleh pemegang tiap jabatan. Semua elemen kompetensi yaitu: pengetahuan, kemampuan, keterampilan, minat, sikap dan sistem nilai yang diperlukan, harus diidentifikasi dan disebutkan tingkat (level) yang harus dicapai.
Dalam buku Developing and Training Human Resources in Organizations, Wexley dan Latham (1991) menunjukkan aktivitas inti dari suatu analisis pekerjaan, yaitu : pertama, mempelajari uraian pekerjaan (job description) yang ada dalam suatu organisasi; kedua, mengidentifikasi tugas-tugas dalam suatu pekerjaan; ketiga, mengidentifikasi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan sikap mental (attitude) yang diperlukan untuk mampu mengerjakan tugas-tugas; keempat, menetapkan tujuan pelatihan; dan kelima membuat desain pelatihan.

3.Person analysis (analisis pegawai)
Analisis pegawai difokuskan pada identifikasi khusus kebutuhan pelatihan bagi pegawai yang bekerja pada job-nya. Kebutuhan pelatihan pegawai dapat dianalisis secara individu maupun kelompok.
a.Kebutuhan individu dari pelatihan
Analisis kebutuhan individu dari pelatihan dapat dilakukan dengan cara observasi oleh supervisor, evaluasi keterampilan, kartu kontrol kualitas, dan tes keterampilan pegawai.
b.Kebutuhan kelompok dari pelatihan
Kebutuhan kelompok dari pelatihan dapat diprediksi dengan pertimbangan informal dan observasi oleh supervisor maupun manajer.
Pendekatan ini mencoba mencari jawaban ”siapa” didalam perusahaan yang memerlukan pelatihan dan pelatihan apa yang dibutuhkannya. Yang harus dilakukan pada cara ini adalah membandingkan kinerja/prestasi aktual dari seseorang karyawan atau unit kerja dengan standar yang ditetapkan atau harapan perusahaan. Kesenjangan yang ditemukan dapat mengidetifikasikan perlunya pelatihan.

untuk analisis yang ketiga ak tetep pake yang sebelumnya, Potensial review!! :D dan itu akan sangat mudah untuk dilakuin. *buat yang uda belajar si tapi ya..:)) dan kali ini aku ga kasi daftar pustaka.:)) *ahahaha..:)) *buat yg cerdas langsung search di google si gampang..:))*aaaaaaaaaaaaaaa....dan tenyata di daftar pustakakupun belom kukasi cobaaaaaaaaaa..kyaaaaaaaa....*cium kucing*